jump to navigation

GUNUNG BROMO November 29, 2010

Posted by dany :) in Uncategorized.
trackback

Gunung Bromo…akhir2 ini banyak dibicarakan oleh berbagai
media,karena aktifitasnya yg semakin aktif saja dg mengeluarkan debu vulkaniknya.Tertarik pula u/mempublishnya,berikut ini data2 yg saya kutip dari wikipedia. :mrgreen:
Gunung Bromo (dari bahasa Sansekerta/Jawa Kuna: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di
Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata,Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.
Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo,
Pasuruan,Lumajang, dan Kabupaten Malang.
Gunung Bromo bertautan antara lembah dan
ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan)
dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
Sejarah letusan
Bromo sedang aktif di awal abad ke-20.
Selama abad XX, gunung yang terkenal sebagai tempat wisata itu meletus sebanyak tiga kali,dengan interval waktu yang teratur, yaitu 30 tahun. Letusan terbesar terjadi 1974, sedangkan letusan terakhir terjadi pada 2010.
Sejarah letusan Bromo: 2010, 2004, 2001, 1995,1984, 1983, 1980, 1972, 1956, 1955, 1950, 1948,1940, 1939, 1935, 1930, 1929, 1928, 1922, 1921, 1915, 1916, 1910, 1909, 1907, 1908, 1907, 1906,1907, 1896, 1893, 1890, 1888, 1886, 1887, 1886,1885, 1886, 1885, 1877, 1867, 1868, 1866, 1865, 1865, 1860, 1859, 1858, 1858, 1857, 1856, 1844,1843, 1843, 1835, 1830, 1830, 1829, 1825, 1822,1823, 1820, 1815, 1804, 1775, dan 1767. Bromo sebagai gunung suci
Bagi penduduk Bromo, suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci.
Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini
bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke
puncak gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan
purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.
semoga berguna 🙂

Iklan
%d blogger menyukai ini: