jump to navigation

MUNTILAN KOTA KECILKU Desember 14, 2010

Posted by dany :) in Uncategorized.
trackback

Salam ketemu lagi sobat semua 🙂
Seperti saya postkan beberapa waktu yg lalu,bahwa saya baru sj pulkam u/bertemu dg keluarga & jg sangat pingin tahu kondisi kota kecilku Muntilan pasca hujan abu gunung Merapi.
Dari situ terbersit pula keingin tahuan yg lbh dlm tentang kota Muntilan,walau dah lama tinggal tp ga th sejarahe :serious:
Dan mungkin sobat jg ada yg ingin tahu…???
Muntilan…adalah sebuah kecamatan di kabupaten Magelang
Muntilan berada di jalur kereta api tua menuju Magelang yang sekarang sudah tidak berfungsi.
Kota kecamatan ini berada pada jalur perjalanan wisata menuju Candi Borobudur dari Yogyakarta.
Semula merupakan tempat kedudukan wedana,Muntilan merupakan kota perdagangan utama dilereng barat Gunung Merapi.
Muntilan memiliki sejumlah pesantren yang memiliki keterkaitan dengan keraton di Surakarta maupun Yogyakarta. Salah satu yang paling terkemuka adalah pondok pesantren Watu Congol.
Wisata religi yang sangat dikenal oleh masyarakat di antaranya adalah makam Kyai Raden Santri
Gunungpring di Desa Gunungpring, yang dikunjungi oleh sekitar 500 pengunjung setiap harinya dari berbagai daerah di Jawa.
Juga makam Romo Sandyoyo, Kerkop Muntilan, yang dikenal dan dikunjungi oleh umat Katholik di
Indonesia.
Para Yesuit telah lama hadir di Muntilan.Terdapat sebuah seminari dan nekropolis yang banyak
berisi peninggalan para anggota lamanya.
Kardinal Julius Darmaatmadja, kardinal Gereja Katolik Roma dan Uskup Agung Jakarta saat ini,
lahir di Muntilan.
Selain itu di kota ini terdapat
lembaga pendidikan yang dikelola oleh yayasan Katolik sejak zaman Belanda. Yang paling menonjol adalah Sekolah Guru
(sekarang SMA Van Lith Pangudi Luhur).
Di samping itu juga ada beberapa sekolah dasar bagi anak-anak pribumi. Selain beberapa tokoh rohaniawan Katolik, lembaga pendidikan itu juga meluluskan sejumlah tokoh nasional seperti
mendiang Frans Seda (mantan Menteri Keuangan), Simbolon (Kolonel), dan Sartono Kartodirdjo (sejarawan).
Ketika Perang Dunia II, Muntilan menjadi tempat sebuah kamp tahanan perang oleh tentara Jepang yang menggunakan kompleks sekolah Katolik di
sana. Mereka yang menghuni kamp internir ini terutama terdiri atas banyak keluarga Belanda.
Oke cukup segini dulu,semoga berguna :mrgreen:
source:wikipedi

%d blogger menyukai ini: